Muhammad Alex
Namaku Muhammad. Aku Muslim. Aku warga negara Indonesia. Aku memiliki seorang sahabat bernama Alex. Dia sungguh toleransi terhadap ibadah-ibadah yang aku lakukan. Saat sedang melakukan sesuatu bersama, dia tak lupa mengingatkan aku untuk melaksanakan shalat 5 waktu. Waktu puasa, dia menghormatiku untuk tidak makan di depanku. Waktu dia merayakan Natal, dia mengerti betul, dalam agamaku dilarang mengucapkan selamat kepadanya, dia bilang, ‘Tak perlu kau mengkhianati agamamu, hanya untuk menunjukkan solidaritas kepadaku. Bukankah ada dalam kitabmu yang berkata, Untukmu agamamu, untukku agamaku.’
Namaku Alex. Aku Kristen. Aku warga negara Indonesia. Aku memiliki seorang sahabat bernama Muhammad. Kami saling toleransi terhadap agama masing-masing. Jika sedang ingin mengerjakan tugas bersama, dia tak pernah melakukannya pada hari minggu tepat pada waktu ku beribadah ke gereja, bahkan dia selalu mengingatkan aku untuk beribadah. Pernah suatu kali aku sedang kelaparan di rumahnya dan dia satu keluarga sedang berpuasa, aku merasa tak enak untuk makan di depannya, lalu dia mengatakan, ‘Yang boleh melakukan toleransi saat Ramadhan bukan hanya mereka yang tak menjalankannya, kami yang berpuasa-pun berhak memberikan toleransi kami kepada kalian, mempersilahkan kalian untuk makan, bahkan menyuguhkan makan kepada mereka yang membutuhkan.’
Namaku Muhammad dan namaku Alex, kami adalah cerminan toleransi umat beragama Indonesia masa depan. Aamiin.
(source : nayasa)
All right.